Rabu, 08 Oktober 2014

Pria dari Blora

Gusti yg berasal dari Blora terlahir dari keluarga yg sangat sederhana, kedua orang tuanya adalah seorang petani, mimpi gusti adalah menjadi  orang sukses dan mimpi itu seakan mendekat ketika gusti memperoleh beasiswa dari universitas negri di Jogja, berbekal doa dari orang tua dia nekad untuk hijrah ke Jogja, untuk membiayai hidupnya dia kuliah sambil bekerja sebagai cleaning service, selesai S1 dia diberikan beasiswa S2 ke amerika dengan syarat selepas lulus S2 gusti harus mengajar di kampus tersebut.  Setelah dia menjalani hari2nya sebagai dosen gusti merasa penghasilannya tidak akan cepet membuatnya menjadi sukses, krn orientasinya saat itu bagaimana dengan cepat meraih sukses demi membantu kehidupan orang tuanya di blora, yg akhirnya membuat dia nekad meninggalkan kampus tersebut dan hijrah di Jakarta. Di Jakarta dia tinggal berpindah-pindah dari mesjid ke mesjid lain  sambil mencari2 pekerjaan, 3 bulan di jkt dilaluinya tanpa memperoleh pekerjaan dan membuat kondisi keuangannya  smakin menipis namun dia slalu yakin pertolongan allah pasti datang, suatu malam dia bertemu dng seorang bapak yg kehabisan ongkos pulang ke sukaubumi krn merasa iba dia pun memberikan sisa uangnya kepada si bapak tersebut, dengan hanya berbekal sisa uang yg cukup untuk 1 x makan diapun yakin dapat melalui hari2nya. Dan subhanallah pertolongan allah datang keesokan harinya salah seorang jamaah mesjid menawarinya menjadi penulis dibawah naungan perusahaan penerbitannya, 1 tahun dilaluinya sebagai seorang penulis dan membuatnya mampu mengontrak rumah sederhana di ibu kota, setelah melamar2 di perusahaan oil dan gas akhirnya gusti diterima bekerja di perusahaan minyak yg ber pusat di amerika dengan penawaran gaji yg sangat fantastis, setelah dia merasa kesuksesan telah diraihnya dia merasa hidupnya kosong tanpa adanya seorang pendamping,, membuatnya teringat dengan seorang perempuan berhijab yg ditemuinya 5 tahun lalu di bandara, dia merasa bahwa  perempuan itu adalah jodohnya dan allah menakdirkan keduanya bertemu kembali di bandara sepulangnya dari amerika yg membuat mereka akhirnya saling berkomunikasi, perjuangan memperoleh gadis pujaannya tidak semudah yg dibayangkannya krn orang tua gadis tersebut mentang karna latar belakang keluarga gusti yg di anggap tidak sepadan dengan keluarga gadis tersebut.., mampukah Gusti memperjuangkan cinta nya, saksikan kelanjutan kisahnya dalam novel " Pria dari Blora"

Minggu, 04 Mei 2014

Cinta Pertama (First Love)




Tittle    : Cinta Pertama
By         : Maria Inata

Sinopsis
Nesya adalah siswi kelas 2 SMA, yang juga merupakan Ketua Osis di sekolahnya, satu hari Nesya bertemu degan Nino didalam busway perjalanan menuju sekolah dan secara tidak sengaja terjadi pertengkalan kecil antara keduanya, Nesya yang dikenal lembut dan supel mendadak dikagetkan dengan sikap arogan Nino yang sama sekali tidak bisa diajak bicara baik-baik yang sampai akhirnya membawa Nesya kedalam kehidupan Nino ketika dia mengetahui bahwa Nino satu sekolah dengannya dan terancam akan di drop out dari sekolah karena kenakalannya.
Sejak itu dia bertekad untuk membantu Nino, pelan-pelan Nesya mulai mendekati Nino, hampir setiap hari berbagai cara dia lakukan demi untuk bisa berteman dengan Nino namun setiap hari juga Nesya harus menerima penolakan dari Nino, Nino yang arogan tidak dengan mudah menerima Nesya menjadi temannya.Sampai disuatu ketika Nesya menawarkan diri menjadi Manager Band Nino dan sejak saat itu Nesya harus terbiasa bergaul dengan Nino dan teman-temanya, selama menjadi manager band, Nesya selalu membantu Nino untuk membuat Band mereka menjadi band muda yang memiliki prestasi, terbukti berkat usaha Nesya band tersebut berhasil memenangkan kompetisi band sekolah tingkat nasional dan karena keberhasilannya Nino terlepas dari ancaman drop out. 
Hari demi hari dilewati Nesya bersama Nino, ternyata membuat  Nesya jatuh cinta pada sosok Nino yang dikenalnya sebagai cowok arogan, begitupun dengan Nino yang mulai jatuh hati pada sosok Nesya yang dikenal sebagai gadis cerdas dan lembut, namun keduanya berusaha untuk menutupi perasaan masing-masing, sampai akhirnya Nesya menerima kenyataan bahwa Nino berpacaran dengan Ellen yang merupakan teman kecilnya.
Nesya berusaha mengendalikan perasaannya saat dia mengatahui bahwa Nino sudah berpacaran dengan Ellen, dan disaat Nesya terluka dengan cinta pertamanya dia mendapatkan tawaran mewakili sekolah untuk  mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang selama 1 tahun . Neysa menerima tawaran tersebut dan pergi meninggalkan Jakarta dengan membawa luka dihatinya, Nesya tidak pernah mengetahui alasan Nino berpacaran dengan Ellen karena dia terlanjur pergi sebelum mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Di negri Sakura tersebut Nesya bertemu dengan Rangga, laki-laki yang hampir sempurna di mata Nesya, namun cinta nya pada Nino yang selalu menolak kehadiran Rangga di hatinya, yang sampai akhirnya membuat Nesya bertahan pada kesendiriannya. Beberapa tahun setelah lulus kuliah, Nesya dipertemukan kembali dengan Nino pada suatu meeting antara perusahaan  tempat Nesya bekerja dan tempat Nino bekerja, Nesya sangat terkejut ketika Nino sudah berhasil menjadi seorang Manager diusia muda, dan ketika melihat Nesya, Nino seakan menemukan mutiara yang telah lama hilang dari pandangannya, sejak pertemuan itu Nino tidak ingin berpikir terlalu lama untuk melamar seorang gadis yang selama 7 tahun dinantinya.

Rekomendasi pemain :

Rizky Nazar (Nino)
Anisa Rahma (Nesya)
Nabilah Hasymit (Ellen)
Rangga Azof (Rangga)



Profil Pemain
Nesya
Cewek cantik, pintar dan bersahabat, yang memiliki rasa empaty yang sangat besar terhadap lingkungannya, di sekolah dia merupakan ketua Osis yang dikenal dengan keteladanannya, selain memiliki jiwa seorang pemimpin yang baik, dia juga merupakan siswi perempuan yang menjadi satu-satunya juara umum yang bisa bertahan dan mengantarkannya menjadi duta sekolah dalam pertukaran pelajar ke Jepang.
Nino
Cowok yang berwajah indo, berpostur tinggi dan cool, Nino dikenal dengan siswa yang bermasalah mulai dari nilai akademis yang berantakan dan dikenal sebagai Cowok yang sering mencari masalah, tapi dibalik itu semua Nino memiliki hati yang sangat lembut, sikapnya yang tidak bersahabat bukan tanpa sebab, tapi itu terjadi semenjak Ibunya meninggal, Nino selalu merasa sendiri semenjak ibunya meninggal dan kehadiran Nesyalah yang berhasil memberi keceriaan dan semangat dalam hidupnya
Elen
Cewek cantik berwajah Indo, berpostur tinggi seperti seorang model dan  dikenal sebagai siswi yang pandai bergaul, selain itu dia merupakan teman Nino sejak kecil, namun Elen agak sedikit nakal dan terkesan berani dalam berpakaian dan  diam-diam ElLen sudah  lama menyukai Nino
Rangga
Cowok tampan, pintar dan berhati baik.Rangga adalah sosok laki-laki yang bertanggung jawab dan sangat mencintai Nesya, walaupun Nesya menolak perasaannya, tapi tidak mengurangi perasaan sayangnya terhadap Nesya.


Part 1
Ext. Halte Busway – Pagi Hari 
Pagi hari, kondisi halte busway sangat ramai, dipadati oleh puluhan orang yang berlalu-lalang ada yang menuju tempat bekerja, sekolah dan tempat tujuan lainnya. Setiap pagi Nesya pergi ke sekolah dengan menggunakan Bus Way, kondisi didalam busway cukup penuh dan tidak sengaja buku-buku yang Nesya bawa jatuh kebawah dan menimpa kaki seorang laki-laki .
Nesya : Maaf, maaf saya tidak sengaja. Ujar Nesya sambil mengambil buku-bukunya, namun laki-laki itu hanya diam dan memasang muka marah kepada Nesya.
Nino : Kalo gak sanggup, jangan bawa buku sebanyak itu!! Ujar Nino ketus.
Nesya : Aku kan sudah minta maaf, apa tidak bisa kamu bicara sedikit lebih sopan. Jawab Nesya tegas.Dan Nino pun bergegas pergi meninggalkan Nesya setelah bus berhenti tepat di halte di depan sekolah yang sama dengan Nesya
Nesya : Oh ternyata dia sekolah disini juga, ko aku gak pernah lihat dia yaa, terus kenapa mukanya sangar banget, Arogan dan tatapan itu, seperti tatapan kosong tanpa kehidupan ( Nesya berkata dalam hati, sambil kebingungan dengan sikap laki-laki itu)
Part 2
Putri (Teman Nesya) : Hai Nes, (ujar putri mengagetkan Nesya)
Nesya : Ya ampun Put, hampir aku jantungan gara-gara kamu!
Putri : Ya lagi, kamu ngapain berdiri lama disini, hayo ngelamunin siapa??? (ujar Putri, menebak isi hati Nesya)
Nesya : Hmm, kamu yaaa pagi-pagi godain orang, ada juga kamu tuh yang keseringan ngelamun karena di galauin cowok, hehehehe (ujar Nesya sambil becanda)
Putri : Ye, gak pa-pa dunk, setidaknya walaupun galau, aku pernah ngerasain manisnya cinta. (jawab putri sambil menggoda Nesya)
Nesya : hehehe, iya deh yang sudah tau manisnya cinta, oh iya Put, kamu kenal dengan cowok itu?
Putri : Hmmm, yang mana???
Nesya : Itu yang lagi jalan kearah taman,,,
Putri : Oh itu, kenapa emangnya?? Jangan bilang kamu suka sama dia??? (ujar Putri dengan mata melotot)
Nesya : Ya enggalah, emang kamu!Anytime bisa jatuh cinta, hehehehe
Putri : Yeee enak aja, yang itu tuh namanya Nino, kenapa memangnya?
Nesya : Gak kenapa2, cuma aku heran aja, tadi aku satu busway sama dia, dan tadi aku gak sengaja ngejatuhin buku-buku atas ke kakinya, aku udah minta maáf tapi dianya malah arogan gitu!
Putri : Hmm, gak heran si Nes, dia memang begitu, ganteng si ganteng cuma bermasalah orangnya, dan terakhir aku dengar dia mau dikeluarin dari sekolah kalo sampai dia cari gara-gara lagi disekolah ini.  (mendengar informasi dari Putri, Nesya tertegun diam dan menebak-nebak mengapa cowok itu bermasalah, walaupun terlihat sinis tapi entah kenapa Nesya melihat dia memiliki hati yang lembut)
Part 3
Ext. Taman Sekolah
Jam Istirahat, Nino menghabiskan waktunya di taman sekolah dengan wajah yang kurang bersemangat, ketampanan wajahnya tertutup oleh raut wajah yang tidak bersahabat, dan sahabat setia yang menemaninya adalah sebuah gitar dan sesekali dia mainkan gitarnya sambil menyanyikan lagu-lagu indo.
Nesya : Hei,,,,, (sapa Nesya), dengan berani Nesya menghampiri Nino, walaupun Nesya takut dengan raut wajahnya yang sangar, tapi  tekad Nesya sudah bulat untuk berteman dengan Nino dan merubah Nino menjadi lebih baik, sekilas Nesya teringat percakapan pagi hari dengan Ibu Nena selaku Guru BP sekolah, Nesya mengatakan ingin membantu Nino dan berjanji kepada Ibu Nena membuat Nino menjadi lebih baik dan pihak sekolah tidak perlu memberikan ultimatum mengeluarkan Nino dari sekolah.
Nino : Ada apa? Jawab Nino sinis
Nesya : Kenalin, aku Nesya! Ujar Nesya sambil melambaikan tangan sebagai awal pertemanan, Nino berdiri dari tempat duduknya dan melotot kearah Nesya, sontak Nesya sangat terkejut dengan sikap Nino yang sangat tidak bersahabat.
Nino : Terus, kenapa?
Nesya : Akukan Cuma mau berteman aja sama kamu, kenapa kamu sinis banget? Jawab Nesya dengan terbata-bata
Nino : Sorry, gw gak lagy cari teman!, ujar Nino sambil meninggalkan Nesya yang masih tertegun kaku dengan jawaban sinisnya Nino, “Oh tuhan, kenapa orang ini! apa dia sudah lama tidak memakai perasaannya, atau urat-urat perasaannya sudah tidak berfungsi, gumamnya dalam hati”
Nesya : Tunggu,,,, panggil Nesya sambil menghampiri kembali Nino, “ Aku tau mungkin kamu sudah lama tidak pakai perasaan kamu ya? “ ujar Nesya
Nino : Maksud kamu apa bicara seperti itu? Tanya Nino marah
Nesya : Kenapa kamu bingung? Kenapa kamu tidak tanya pada diri kamu sendiri, Ujar Nesya sambil berlalu meninggalkan
Nino tertegun dengan ucapan Nesya, apa yang dikatakan Nesya membuat Nino bertanya-tanya dalam hatinya, sampai separah itu kah dirinya sehingga orang lain bisa berkata seperti itu


Part 4
Ext. Ruangan Kelas
Bel masuk telah berbunyi, dan Nesya masih berpikir tentang Nino, dia masih bertanya-tanya mengapa ada manusia seperti Nino, angkuh dan sama sekali tidak peduli dengan lingkungannya. Masalah berat apa yang dialaminya sehingga menjadikan dia pribadi seperti itu, tapi dibalik kenagkuhannya itu ada hati yang lembut namun hampir tidak terlihat karena tertupup keangkuhannya. “ Tenang Nesya, ini baru awal, dan kamu harus yakin, Nino pasti bisa berubah, “ gumamnya dalam hati.
Ibu Ririn (Guru)     : Anak-anak hari ini kita bahas mengenai  Tata surya, kalian catat apa yang saya terangkan, jadi Tata Surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar yang disebut matahari, dan semua objek yang terikat oleh gaya grafitasinya. Objek-objek tersebut adalah delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut keluarga matahari (The sun and its family) adalah suatu sistem yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu dan di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang beralih), satelit, dan asteroid.
Ibu Ririn (guru)     : Hmm sepertinya ada yang tidak focus dikelas ini, Nesya bisa kamu ulang penjelasan saya barusan? Tanya Ibu Ririn dengan mata melotot-lotot.
Putri : Nes, nes,,,,, bisik Putri, berusaha menyadarkan Nesya dari lamunan panjangnya,
Nesya : Hehhhh,,,, Tanya Nesya bingung
Putri : Itu, Ibu Ririn Tanya?? Bisik Putri
Dan Nesya tersadar, jika dia jadi perhatian Ibu Ririn yang sejak tadi melotot kearahnya
Nesya : Iya bu, Maáf, boleh diulang pertanyaannya bu?
Ibu Ririn  : Saya Tanya kamu, bisa kamu jelasin materi yang baru saya sampaikan  mengenai tata surya? Tanya Ibu Ririn dengan muka geram
Nesya : Jadi begini bu, tata Surya itu adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya grafitasinya. Objek-objek tersebut adalah delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya, Jawab Nesya dengan lancar. Dan Sontak satu kelas dibuat gaduh  dengan Jawaban Nesya, Nesya yang dari tadi melamun dan tidak focus dengan materi Ibu Ririn, tiba-tiba bisa menjawab pertanyaan Bu Ririn dengan benar dan tidak kurang satu kata pun.
Putri : Oh My God, Nesya kok bisa?? Gw aja yang dari tadi dengerin Ibu Ririn gak bisa ulangi perkataan dia, dan loe  yang dari tadi melamun kenapa bisa jawab selancar itu?? Tanya Putri melotot-lotot
Nesya : Hmm, kamu jangan pikir yang aneh-aneh ya, itu semua karena tradisi aku yang selalu prepare materi sebelum Bu Ririn jelasin, makanya kamu juga harus begitu!!!jawab Nesya diiringi dengan senyum kecil
Ibu Ririn : Oke Nesya, saya harap kamu tidak melamun lagy di kelas!!.
Nesya : Baik bu, Jawab Nesya
Ibu Ririn  : Baik, kita lanjutkan lagy, Matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, makin mengecil bola itu makin cepat putarannya. Akibatnya bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar di bagian equatornya bahkan sebagian massa dari kabut gas pada menjauh dari gumpalan intinya dan membentuk gelang-gelang di sekeliling bagian utama kabut itu, gelang-gelang tersebut kemudian membentuk gumpalan pada, nah inilah yang disebut planet-planet dan satelitnya.
Nesya lega, dia bisa menjawab pertanyaan Ibu Ririn. Dengan semangat dia mendengarkan materi mengenai Tata Surya yang dijelaskan  IbuRirin, dan kali ini dia berjanji untuk tidak mengabaikan kelas Bu Ririn  hanya karena sebuah lamunannya  tentang Nino.
Part 5
Ext Halte Busway – Siang Hari
Neysa menghampiri kembali Nino, yang sedang berdiri di koridor busway, dengan semangatnya yang pantang menyerah dia berusahaa bersikap friendly kepada Nino.
Nesya : Nino…. Panggil Nesya
Nino : Loe kenapa si, dari tadi ngikutin gw terus?? Kita kan gak ada  urusan! Tanya Nino geram
Nesya : Loh, kata siapa kita gak ada urusan, tadi kan akuudah ngajak kamu berteman, dan kamu belum jawab itu! Jawab Nesya diiringi senyum manisnya
Nino : Oke, Fine, Gw terima loe jadi temen gw, so silahkan pergi!Ujar Nino ketus
Nesya : Hmm, itu aja gak cukup, aku mau bener-benar jadi temen kamu, dan kita bisa mulai dari hari ini! jawab Nesya dengan senyum yang semakin mengembang.
Nino : what ever you say! jawab Nino sambil pergi meninggalkan Nesya.
Nesya : Ya tuhan, kenapa susah sekali meluluhkan cowok ini, aku jadi penasaran masalah berat apa yang dia alami, sehingga terbentuk karakter yang seperti itu. Ujar Nesya berkata pada diri sendiri..
Nino : Kenapa dengan dia, kenapa dia begitu nekad terus mendekatiku hanya karena ingin berteman denganku,,, Bhatin Nino dalam hati
Part 6
Ext. Ruang Tamu (Rumah Nesya)
Nesya : Bundaa, boleh aku tanya?”
Bunda : Tanya apa Nes?  Jawab Ibu Nesya sambil sesekali tangannya tak lepas dari jarum yang digunakannya untuk merajut,
Neysa : Gini loe bun, aku punya teman sekolah yang terancam dikeluarkan dari sekolah, karena temen aku ini bermasalah dan aku ingin membantu dia agar dia tidak terkena ultimatum itu bun, aku ingin bisa merubah dia menjadi lebih baik, dan aku sudah bilang ke Ibu Nena, bahwa aku bisa merubah dia bun, menurut bunda gimana?
Bunda : Hmmm, hayo temen kamu itu cewek atau cowok? Jawab Ibu Nesya sambil menggoda
Nesya : Yah bunda, kok ngeledekin si? Cowok Bun, namanya Nino.
Bunda : Oh, jadi namanya Nino, hemmm jangan-jangan kamu naksir ya sama dia?
Nesya : Ih ko bunda gitu ? Serius bun aku bener-benar ingin ngerubah dia, aku peduli sama dia dan aku yakin bisa ngelakuin itu.
Bunda : Gak ada salahnya kamu bantu dia buat berubah, tapi kamu harus ingat jangan memaksakan sesuatu yang tidak bisa dia lakukan, maksud bunda gini jika sampai satu titik ternyata dia masih tidak bisa berubah, ya sudah kamu berhenti,   tetapi jika ternyata dia  bisa berubah maka kamu jangan berhenti   untuk memberikan support kepada dia,sampai dia bisa berdiri sendiri tapa harus ada yang men support.
Nesya : Siap bun,hehehe makasih ya untuk masukannya, Ujar Nesya sambil memeluk erat ibunya
Bunda : Iya sayang, hati-hati ya sayang, nanti kamu bisa jatuh cinta loh sama Nino, ujar Ibu Nesya sambil menggoda anak bungsunya.
Nesya : ihhh bunda, ngeledikin aku terus neh……………….
Part 7
Ext. Sekolah
Tepat pukul 06.00 pagi, kondisi sekolah masih sangat sepi, ditambah hujan yang dari dini hari mengguyur kota Jakarta, karena ada persentasi di kelas Bahasa, Nesya lebih awal berangkat ke sekolah, dia berpikir hanya ada dia  satu-satunya orang yang sudah ada sekolah, tapi ternyata dia dikagetkan dengan keberadaan Nino yang asyik dengan gitar nya sambil menyanyikan lagu Bruno Mars berjudul When I was your man
Nesya : Hei,sapa Nesya. Mendengar sapaan Nesya, Nino meletakan gitarnya dan memandang Neysa dengan penuh heran.
Nino : Loe kenapa si, selalu ada di depan gw, masksud loe deketin gw itu apa? Ujar Nino dengan nada keras
Nesya : Hmmm, kamu kan udah tau, apa yang aku mau! Aku Cuma mau berteman aja ko sama kamu?
Nino : Teman? Loe tau kan,  kalo temen gw udah banyak? Jawab Nino dengan mata melotot
Nesya : Nah itu dia, aku mau jadi salah satu dari mereka, Jawab Nesya dengan senyum yang mengembang.
Nino : Oke, nanti jam pulang sekolah loe ikut gw,,
Nesya : Hah, kemana???
Nino : Udah jangan cerewet, kan loe yang bilang mau jadi teman gw!!!
Nino pun pergi meninggalkan Nesya, dengan meninggalkan pertanyaan di benak Nesya yang masih berpikir kemana Nino akan membawa Nesya jam pulang sekolah nanti.
Part 8
Ext. Parkiran sekolah
Nino : Ayo naik, ke motor gw!!!
Nesya : Kita sebenarnya mau kemana si?? Tanya Nesya bingung
Nino : Udah naik aja, pegangan yang kenceng!!, Sepeda motor yang dikendarai Nino berlaju dengan kecepatan tinggi , dan sontak Nesya menjadi  ketakutan dengan cara Nino mengendarai motor, Loe pegangan yah??
Nesya : Apaan aku gak denger!!!, dan seketika Nino pun menarik tangan Nesya dan memegang erat dan tak dibiarkan tangan nesya lepas sedikitpun dari genggamannya, Nesya hanya tertegun kaku dan jantungnya berdebar seketika, belum pernah dia rasakan seperti itu…
Part 9
Ext. Kafe
Nino : Hai semuanya, sorry2  gw telat,,, Ujar Nino kepada teman-temannya yang sudah menunggu di sebuah kafe, semua mata teman-teman Nino tertuju pada Nesya, satu dan yang lainnya saling berpandangan  dengan kedatangan Nesya yang bersamaan dengan Nino ke kafe tersebut, semuanya merasa heran, apalagi yang mereka tau selama di sekolah Nino tidak pernah terlihat akrab dengan Nesya yang notaben nya merupakan siswi yang berhasil meraih gelar sebagai siswi teladan se Jakarta dan sangat amat terkenal di sekolah mereka.
Elen : Kok, kalian bisa berdua datangnya?? Tanya Ellen heran
Nino : Iya, jadi Nesya sang siswi teladan ini, mau gabung sama kita-kita,, Jawab Nino dengan nada sinis dan menyebalkan.
Elen: What?? Are you sure, loe gak salah No? Ujar Ellen dengan bahasanya yang di mix antara Indonesia dan Inggris, memang pantas Ellen yang berdarah Indo,  bergaya bahasa seperti itu, apalagi ditunjang parasnya yang cantik dan body nya yang perfect membuat semua mata laki-laki tertuju padanya.
Nino : Udah lah Len, gak usah di bahas, ayo Nes duduk! Nino memandang ke arah Nesya, yang mulai tidak nyaman dengan ucapan Ellen yang terkesan blak-blakan, sekilas Nesya liat Nino begitu lembut ketika mempersilahkan Nesya untuk duduk.
Nesya : Oh iya, bay the way, kalian punya group band kan? Tanya Nesya membuka percakapan dan berusaha mencairkan suasana.
Alex : Iya kita ada band, kenapa Nes?? Tanya Alex heran
Nesya : Jadi gini, aku mau menawarkan diri untuk menajadi Manager Band kalian, gimana??
Nino : Tunggu, tunggu, maksud loe gimana? Gw mulai gak paham dengan arah pembicaraan loe?
Nesya : Iya jadi gini, aku mau menjadi Manager Band kalian, buat aku Band itu satu kegiatan yang sangat positif dan kalian bisa jadikan itu sebagai prestasi, gimana?
Alex : Hmm, ide yang cukup menarik, so jadi kapan kamu mulai menjadi Manager kita?
Nino : Loh kok jadi gini?? Ujar Nino yang merasa heran karena dengan mudah nya Alex menerima Nesya menjadi Manager mereka
Alex : Udah lah bro, santai kaya di pantai, hahaha, gak ada salahnya kan kita menerima Nesya, apa yang Nesya bilang ada benarnya, selama ini band kita hanya dinikmati diacara2 pensi sekolah, jadi ini saatnya kita untuk unjuk gigi dan buktiin sama semua orang kalo band kita ini, band yang memiliki kualitas, bener gak Nes?
Nesya : Yup, bener banget tuh Lex, aku yakin ko,  kalian semua pasti bisa tunjukin kalo kalian bagian dari kebanggaan sekolah!!
Hari pertama Nesya bergabung dengan teman-teman Nino cukup berhasil, semua teman-temannya Nino bisa menerima kehadiran Nesya sebagai anggota baru di komunitasnya, kecuali Ellen yang terlihat tidak suka dengan kehadiran Nesya.
Ellen : No, gw bareng loe yak!!
Nino : Sorry Len, hari ini loe bareng Alex dulu ya, gw mesti antar Nesya! Jawab Nino, sambil menarik tangan Nesya dan berlalu meninggalkan Ellen yang masih bingung dengan tingkah aneh Nino hari ini.
Nesya : No, sakit tangan aku kamu tarik-tarik…..
Nino : Spontan Nino kaget dengan ucapan Nesya, dia tidak menyadari genggaman tangannya membuat Nesya kesakitan, sory!!
Nesya : Oh iya, makasih ya kamu udah mau menerima aku menjadi temen kamu, jujur aku senang banget bisa kenal dengan teman-teman kamu yang lain, hmm aku mau Tanya deh, Ellen itu pacar kamu ya?
Nino : Ngapain, tanya soal itu?? Udah ayo pulang, nanti kesorean..
Motor yang dikendarai Nino  berlalu meninggal kan kafe, dan Nesya menyadari bahwa Nino sebenarnya merupakan laki-laki yang lembut dan penuh tanggung jawab, di balik sikap kasarnya terlihat Nino begitu melindungi Nesya dan mengantarkan Nesya tepat sampai depan rumahnya.
Nesya : Bay the way, tku ya untuk hari ini!
Nino : Oke, jawab Nino diringi dengan senyuman untuk pertama kalinya, setelah sekian lama Nesya hanya disugugkan wajah sangar Nino
Hari ini, pertama kalinya Nino mulai luluh dengan semua usaha yang sudah di lakukan Nesya.Selama 1 bulan Nesya berusaha keras untuk mendekat kepada Nino namun selalu gagal, dan ternyata tuhan melancarkan semuanya di hari ini.Entah kenapa ada perasaan senang di hati Nesya ketika pelan-pelan dia mulai melihat sifat asli Nino yang sebenarnya berhati lembut dan penuh tanggung jawab, Nino yang terlihat angkuh, kasar dan menyebalkan sebenarnya sosok yang sangat lembut.
Tuhan, jangan berikan rasa lebih di hati ini untuk Nino, aku hanya ingin membantu dia, jauhkan aku dari perasaan itu tuhan… (bhatin Nesya)
Part 10
Ext.Kantin  Sekolah
Nesya : Hei, semuanya aku ada info penting buat kalian! Ujar Nesya kepada Nino dan teman-temannya
Alex : Info apa Nes? Tanya Alex penasaran
Nesya : Jadi gini, aku dapet info dari teman , mengenai  kompetisi band sekolah tingkat nasional, so kalian bisa coba ikut, gimana? Ini brosurnya aku bawain!! Jawab Nesya sembari membagi-bagikan brosur kepada teman-teman Nino  
Ellen : Loe gak salah, nyuruh kita ikut kompetisi ini!! ujar Ellen dengan nada suara yang lumayan sinis
Nesya : Gak ko Len, aku yakin kalian pasti bisa dan kalian bisa jadi sejarah pertama di sekolah ini yang mengikuti kompetisi  band! ujar Nesya berusaha meyakinkan Ellen dan teman-teman Nino lainnya
Roy  : Gw setuju idenya Nesya, jadi gimana neh untuk urusan pendaftaran dan lain-lainnya? Tanya Roy (teman Nino) bersemangat
Nesya : Untuk urusan pendaftaran, costum, pengumpulan dana dll, kalian gak usah pikirin, yang harus kalian lakukan cukup dengan giat berlatih dan tunjukan penampilan terbaik kalian, so kalian pasti bisa guys! Ujar Nesya sambil menyemangati
Roy  : Sip, bay the way loe ternyata niat banget ya jadi Manager Band kita, dan satu hal yang menarik dari loe Nes, loe bukan hanya cantik dan cerdas tapi loe juga cewek yang gigih mendekati Nino untuk jadi temannya yaaa! Ujar Roy sambil menggoda Nesya dan seketika wajah Nesya memerah dengan perkataan Roy, dan Nino terlihat kaget dengan apa yang diucapkan Roy kepada Nesya, kedua mata Nino dan Nesya pun saling berpandangan.
Nesya : Ah, apaasih Roy, ini aku lakuin buat kalian semua! Jawab Nesya dengan terbata-bata
Akhirnya semua teman-teman Nino setuju untuk mengikuti kompetisi band tersebut, hanya Ellen yang terlihat tidak suka dengan kehadiran Nesya di tengah-tengah mereka.
Nesya : Bu Nena, panggil Nesya kepada Bu Nena yang hendak memasuki ruang guru
Bu Nena: Ya Nes, ada apa? Tanya Bu Nena
Nesya : Bu, tadi saya habis ngobrol dengan Nino dam teman-temannya membahas tentang kompetisi band sekolah tingkat nasional dan saya bermaksud untuk mengajukan band mereka mengikuti kompetisi band itu bu. Ujar Nesya bersemangat menceritakan Nino dan teman-temannya
Bu Nena: Apa? Kamu yakin Nes, kamu tau sendiri Nino dan teman-temanya itu selalu menjadi trouble maker di sekolah ini! Ujar Bu Nena heran
Nesya : Yakin dunk bu, Nino dan teman-temannya pada dasarnya anak-anak yang baik ko bu, mereka hanya butuh teman yang bisa menerima mereka dengan apa adanya, terutama Nino bu, dibalik sifatnya yang keras sebenarnya dia memiliki hati yang lembut dan bertanggung jawab, jadi saya mohon ibu setuju ya! Jawab Nesya dengan tangan yang sambil memohon kepada Bu Nena
Bu Nena: Baiklah, kalo kamu yakin dengan mereka ibu akan bicarakan dengan kepala sekolah!
Nesya : Serius bu, makasih banyak ya bu dan saya janji saya tidak akan mengecewakan ibu.
Bu Nena: Iya, ibu yakin kamu pasti bisa memotivasi mereka, Ya sudah ibu masuk dulu ya!
Nesya : Baik bu.
Betapa senangnya Nesya ketika Ibu Nena menyetujui idenya untuk mempercayakan Nino dan teman-temanya mewakili sekolah dalam kompotisi Band. Tanpa Nesya sadari, diam-diam Nino mendegarkan pembicaraanya Nesya dan Bu Nena , ada senyum kecil terselip di wajah Nino ketika mendengar Nesya membela dia dan teman-temanya.
Nino : Makasih Nes, loe satu-satunya orang yang percaya kalo  gw dan teman-teman yang lain tidak seperti yang dipikirkan oleh semua orang di sekolah ini. Bhatin Nino sambil tersenyum kecil..
Nesya : Hei, ngapain bengong sendirian disini? Tanya Nesya sambil memegang pundak Nino, Nino diam memandang Nesya dan Nesya menjadi salah tingkah dihadapan Nino
Nino : Makasih ya untuk semuanya! Ujar Nino sambil tersenyum dan mengusap kepala Nesya.
Hari demi hari dilalui Nesya, dan tanpa disadari Nino dan Nesya semakin dekat, kedekatan mereka tidak hanya seputar Band, tapi Nesya selalu berusaha menjadi teman yang baik untuk Nino, Nesya selalu menyemangati Nino dalam segala hal terutama soal mata pelajaran sekolah, sesekali Nesya menjadi guru les private Nino dan dengan usaha kerasnya Nesya, Nino pelan-pelan bisa berubah menjadi lebih baik terlihat dengan nilai-nilai akademik Nino yang mengalami peningkatan.
Part 11
Ellen : Nino,,,, paggil Ellen, membuyarkan lamunan Nino
Nino : Iya, kenapa Len?
Ellen : Loe suka sama Nesya? Tanya Ellen
Nino : Maksud loe? Tanya Nino kaget
Ellen : Semenjak loe deket sama dia, loe berubah No!!!! jawab Ellen kesal
Nino : Bukannya gw berubah jadi lebih baik ya Len, berkat Neysa gw terbebas dari ultimatum sekolah!
Ellen : Iya tapi itu buat loe jadi gak asyik No? ujar Ellen dengan nada yang semakin kesal
Nino : Hmmm, Len loe itu temen gw, dan  gw sangat ngehargai itu, tapi gw bosan jadi orang yang bermasalah, dulu gw selalu ngerasa sendiri dan loe tau itu karena apa?
Ellen : Tapi No!!!!!
Nino : Syuttttt, seperti apapun gw, gw tetep akan selalu jadi teman loe. Ujar Nino menenangkan Ellen sembari mengusap kepala Ellen, Nino dan Ellen memang cukup dekat karena Ellen adalah  sahabat Nino dari kecil.
Part 12
Nino dan teman-temannya semakin sibuk mempersiapkan diri untuk tampil dalam kompetisi band, kompetisi hanya tinggal 1 Minggu lagi, dan mereka selalu latihan hampir setiap hari selepas pulang sekolah. Begitu pun dengan Nesya yang sangat sibuk mengurusi keperluan Nino dan teman-temannya, selesai menyelesaikan tugasnya sebagai ketua Osis, Nesya sibuk menyiapkan kebutuhan untuk persiapan kompetisi.Dan karena saking sibuknya Nesya jatuh sakit dan tidak masuk sekolah, membuat seorang Nino khawatir dengan kondisi Nesya yang tiba-tiba drop.
Ext  Rumah Neysa
Nino : Siang tante, saya Nino teman Nesya! Ujar Nino, yang hari itu datang untuk menjenguk Nesya
Ibu Nesya : Ya siang, kamu cari Nesya? Tanya Ibu Nesya
Nino : Iya tante, saya denger Nesya sakit ya, boleh saya jenguk? Tanya Nino dengan nada khawatir
Ibu Nesya : Tentu boleh, mari silahkan masuk Nino! Ujar Ibu Nesya sambil mempersilahkan Nino masuk
Ibu Nesya  : Oh iya nak Nino, Nesya sudah sering banyak cerita tentang kamu, dan bagaimana persiapan untuk perlombaan kalian? Tanya Ibu Nesya ramah
Nino       : Alhamdulillah tan, persiapan semuanya sudah selesai dan ini juga berkat bantuan Nesya tan, Jawab Nino
Ibu Nesya  :Ya bagus kalo gitu, tante senang dengarnya karena kegiatan kalian itu sangat positif, ya sudah tante tinggal kebelakang dulu ya, sebentar lagi Nesya juga turun..
Nino       : Iya tante, makasih ya tante.
Nino duduk menunggu di ruang tamu, matanya mulai memperhatikan isi ruang tamu, betapa kagetnya Nino melihat hampir seisi ruang tamu itu dipenuhi dengan piala dan piagam-piagam penghargaan Nesya, dia baru tau kalo Nesya benar-benar sangat berprestasi, tidak hanya di akademik tapi banyak bakat-bakat lain yang dimiliki Nesya, terlihat beberapa piala yang bertuliskan Juara 1 Fashion Show, Juara 2 lomba menyanyi dan entah masih berapa banyak lagi piala-piala yang tidak bisa Nino baca satu-persatu karena puluhan piala yang ada di ruang tamu itu.
Nesya : Hei,…  sapa Nesya, mengagetkan Nino yang sedang asyikdengan piala-piala Nesya
Nino : Hei, gimana keadaan kamu? Sudah baikan? Tanya Nino khawatir
Nesya : Lumayan, sudah mendingan, oh iya bagaimana persiapan anak-anak?
Nino : Syuuut, Ujar Nino sambil menutup mulut Nesya dengan ke dua jarinya, seketika mereka saling berpandangan, saling menatap dengan terbinar-binar, “ yang penting kamu sehat dulu Nes, jangan mikirin yang lain..” ujar Nino dengan nada suara lembut
Neysa tersenyum kecil, Nino terlihat sangat karismatik dengan sikap nya yang seperti itu, pesonanya seakan seperti magnet yang membuat Nesya ingin selalu memandangnya, “ Tuhan, perasaan apa ini, mengapa hatiku bergetar, “ bhatin Nesya
Nesya : Aku sudah baikan ko No, besok sudah bisa masuk sekolah, aku udah gak sabar ingin melihat kalian latihan, waktunya hanya tinggal 1 hari lagy No, lakukan yang terbaik ya No untuk sekolah kita, Ujar Neysa, Nino memandang wajah Nesya, matanya seakan tidak bisa berkedip dari gadis yang diam-diam sudah berhasil mengetuk pintu hatinya.
Nino : Aku pasti akan lakukan yang terbaik, dan aku janji kalo aku tidak akan mengecewakan kamu, Ujar Nino sambil memegang kedua tangan Nesya dengan lembut, kedua mata mereka saling berpandangan dan lagi-lagi Nino tidak bisa berkedip melihat gadis yang dicintainya itu, “ Tuhan, begitu sempurna kau menciptakannya, tidak hanya cantik wajahnya tapi hatinya jauh lebih cantik, pantas kah aku jika mencintainya tuhan.
Nino seharian menemani Nesya di rumahnya, menunggui Nesya makan dan minum obat, keduanya semakin dekat seperti sepasang kekasih, Nino berubah menjadi sosok laki-laki yang selalu menjaga dan melindungi Nesya.
Part 13
Ext. Tempat Kompetisi Band
Nesya : Gimana, Kalian sudah siap kan? Lakukan yang terbaik untuk sekolah kita ya! Ujar Nesya menyemangati
Alex : Pasti kita lakukan yang terbaik untuk sekolah Nes, dan kami janji tidak akan mengecewakan kamu yang sudah berjuang untuk kita. Jawab Alex dengan senyum mengembang
MC   : Selamat siang semuanya, hari ini adalah hari dimana kita akan menjadi saksi lahirnya sebuah band yang akan memberikan warna lain di industri musik tanah air, jadi pastikan kalian menyaksikan semua rangkaian kompetisi band di siang hari ini.
Kompetisi band sudah dimulai, ditandai dengan Mc yang membuka acara di siang hari ini, satu demi satu peserta sudah mulai menunjukan perfoma mereka.
MC   : Dan untuk peserta selanjutnya, kita sambut pandawa band dari SMA 15 Jakarta
Dan tiba giliran Nino dan teman-temanya untuk tampil, Nino berduet dengan Ellen, keduanya terlihat kompak dan komunikatif ketika menyanyikan lagu.Mereka tampil sempurna, dan semua juri dibuat tidak berkedip dengan penampilan mereka.
MC   : Baiklah, sekarang kita akan mengetahui, siapa pemenang kompetisi band 2014, dan pemenangnya adalah ………………………… Pandawa Band dari SMA 15 Jakarta.
Nino dan teman-temanya seakan tidak percaya, ketika mendengar bahwa merekalah yang memenangkan kompetisi, Nesya yang mendampingi merekan pun tak kuasa menahan kegemberiaan atas kemenangan Nino dan teman-temannya.
Ibu Nena: Selamat ya Nes, akhirnya kamu bisa membuktikan kepada sekolah, bahwa Nino dan teman-temanya bisa berprestasi, Ibu bangga sama kamu Nes,  Ujar Ibu Nena yang  hadir mendampingi.
Nesya : Ini semua bukan karena saya bu, tapi kerja keras dan semangat mereka yang berhasil membawa mereka menjadi pemenang. Jawab Nesya sambil tersenyum.
Alex : Yess…Yess akhirnya kita bisa jadi yang terbaik guys.
Roy  : Yoi tidak sia-sia kerja keras kita selama ini, ini semua berkat Nesya…
Alex : Oh iya Nesya kemana ya, dari sejak pengumuman tadi Nesya tidak kelihatan, Ujar Roy heran
Nino terlihat panik, ketika Nesya tidak bersama mereka
Alex : Loe knp No, jadi panik gitu gak ada Nesya?? Ujar Alex sambil menggoda Nino
Nino : Ah kalian ini, sebentar ya gw kebelakang dulu.
Nino bergegas mencari keberadaan Nesya, Nino terlihat gelisah ketika Nesya menghilang dan betapa senang nya Nino ketika mendapati Nesya sedang duduk sendiri disudut panggung.
Nino : Hei, kamu ngapain disini sendiri? Tanya Nino, mengagetkan Nesya yang sedang duduk termenung
Neysa : Dari tadi aku disini kok, oh iya selamat ya kalian berhasil memenangkan kompetisi ini, oh iya No ada yang ingin aku bicarain sama kamu..ujar Nesya pelan
Nino : Apaa? Tanya Nino penasaran
Nesya : Aku harap setelah ini, kamu bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi ya, aku ingin kamu tetap seperti ini, menjadi Nino yang dikenal dengan prestasinya..Ujar Nesya diiringi dengan senyum manisnya.
Nino : Pasti Nes, jawab Nino sambil memandang Nesya, “ Tuhan, kenapa rasa ini semakin besar, aku benar-benar mencintainya, aku tida ingin dia jauh dariku tuhan, ini adalah waktu untuk aku jujur padanya, kalo aku mencintainya, Bhatin Nino “ , Nes aku……………
Ellen : Ninoooo, panggil Ellen mengagetkannya, hampir Nino berhasil menyatakan perasaannya kepada Nesya, tapi tiba-tiba panggilan Ellen membuyarkan semuanya..
Nino : Ya kenapa Len? Tanya Nino dengan nada yang sedikit kesal
Ellen : Anak-anak pada nyari tuh, ayo kita gabung sama mereka! Ajak Nesya sambil menarik tangan Nino, Nesya tertegun ketika melihat Ellen menarik tangan Nesya tanpa memperdulikan kalo ada Nesya disamping Nino.Dan dengan cepat Nino melepaskan tangan Ellen yang manarik tangannya.
Nino : Ayo Nes, ujar Nino sambil menggenggam tangan Nesya, dan melihat itu Ellen marah dan jalan lebih dulu meninggalkan Nino dan Nesya.
Part 14
Ext Rumah Sakit
Ibu Ellen : No,,,  ujar Ibu Ellen via telpon sambil menangis tersedu-sedu.
Nino : Tante, adaapa? Kenapa tante nangis? Tanya Nino panik
Ibu Ellen : Ellen No, Ellen…..
Nino : Ellen kenapa tante? Tanya Nino semakin panik
Dan setelah mendengar Ellen masuk rumah sakit, Nino bergegas pergi menuju rumah sakit, pikirannya campur aduk, dia begitu khawatir dengan teman kecilnya itu, apalagi setelah mendengar kabar kalo Ellen mencoba bunuh diri, muncul berbagai pertanyaan di benak Nino, mengapa Ellen senekad itu, apa yang terjadi dengan teman kecilnya itu.
Nino : Bagaimana ceritanya tante? Kenapa Ellen senekad itu? Tanya Nino panik
Ibu Ellen : Sebenarnya ini semua salah om dan tante, setiap hari kami selalu bertengkar, dan belakangan ini Ellen semakin tertekan menghadapi pertengkaran kami dan puncaknya ketika Ellen mengetahui kalo papahnya selingkuh dan berniat menceraikan tante, Ellen depresi No, dia tidak bisa menerima kenyataan kalo mamah dan papahnya akan bercerai,, Ujar Ibu Ellen dengan berlinang air mata.
Nino : Sabar ya tan, Ellen pasti baik-baik aja, Ujar Nino sambil memeluk Ibu Ellen.
Ellen : Ninoo, Ujar Ellen sambil memeluk Nino, Mamah Papah ku No, Ellen tak kuasa meneruskan perkataannya..
Nino : Iya Len, aku udah tau semuanya,, kamu tenang ya ada aku yang akan selalu ada bersama kamu,, Ujar Nino menenangkan Ellen sambil memeluk erat teman kecilnya itu.
Ellen : Kamu janji ya No, kalo kamu tidak akan pernah meninggalkan aku, aku gak kuat dengan semuanya ini No,,,
Nino : Iya aku janji sama kamu, aku tida akan pernah ninggalin kamu.
Ellen : Dan  aku gak mau Nesya merebut kamu dari aku, aku sayang kamu No aku gak mau Nesya merebut kamu,, papah sudah meninggalkan aku dan aku gak mau kamu meninggalkan aku juga.. Ujar Ellen Histeris.
Setelah kejadian itu, Nino bertekad untuk menjaga Ellen, dia tidak ingin Ellen melakukan tindakan bodoh seperti percobaan bunuh diri kemarin, hampir setiap hari-harinya dihabiskannya untuk menemani Ellen dan pelan-pelan Nino mulai menjauhi Nesya, Nino tidak mau melihat Ellen terlukadan  Nino berusaha keras menghilangkan perasaannya terhadap Nesya, walaupun disadarinya semakin dia berusaha melupakan Nesya, semakin besar rasa cintanya kepada Nesya. Namun demi Ellen dia harus merelakan perasaanya karena Nino sudah berjanji kepada Ibunya Ellen untu selalu menjaganya, dan Nino harus melakukan sebagai balas budi karena semenjak ibunya meninggal, Ibu Ellen lah yang selalu ada saat Nino membutuhan sosok ibu.
Ibu Nena   : Nesyaa,,, Panggil Bu Nena
Nesya      : Iya bu,, Jawab Nesya
Ibu Nena   : Bisa ikut saya keruangan kepala seokolah. Nesya merasa bingung dan bertanya-tanya mengapa dia dipanggil kepala sekolah.
Kepala Sekolah : Begini Nesya, setelah melewati tahap seleksi yang sangat ketat, kami ingin memberitahukan kepada kamu, bahwa kamu terpilih untuk pergi ke Jepang dalam rangka pertukaran pelajar. Nesya kaget ketika mendengar bahwa dia terpilih untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang, perasannya campur aduk, di satu sisi ini memang impiannya tapi disisi lain dia tidak ingin jauh dari Nino, laki-laki yang menjadi cinta pertamanya, apalagi Nesya masih bingung dengan sikap Nino yang belakangan ini mulai menjauhinya.
Part 15
Excl Koridor Sekolah
Nesya masih terngiang-ngiang dengan pembicaraan kepala sekolah tadi pagi yang memintanya untu bersiap-siap  karena  bulan depan dia  harus berangkat ke Jepang, Nesya berjalan sambil terus memikirkan hal itu.
Nesya : Ma’af, ma’af yaa, Ujar Nesya
Ellen : Kamu kenapa Nes? Tanya Ellen, Nesya tertegun saat mengetahui bahwa yang ditabraknya Ellen dan Nino, Wajahnya pucat seketika saat melihat Ellen dan Nino saling bergandengan, hatinya bertanya-tanya apakah ini alasan Nino yang mulai mejauhinya.
Nesya : Aku gak apa-apa ko len, Jawab Nesya sambil menatap Nino yang hanya diam membisu.
Ellen : Oh iya Nes, aku dan Nino sudah jadian loh! Ujar Ellen sambil mendekap erat lengan Nino. Mendengar ucapan Ellen, Nesya seperti tersambar petir di siang hari, wajahnya pucat kembali dan air mata mulai keluar dari kedua mata nya,
Nesya : Oh Selamat ya,, Ujar Nesya sambil bergegas meninggalkan Ellen dan Nino, Melihat Nesya begitu sedih, hati Nino sangat pedih dia ingin berlari memeluk gadis yang sangat di cintainya itu, namun itu tidak bisa dilakukannya, semua ini karena Ellen, Ellen adalah prioritas utamanya saat ini.

Part 16
Ext Kamar Nesya
Tuhan, kenapa begini sakitnya
Aku mohon tuhan, hilangkan dia dari ingatanku
Aku tak ingin ada dia yang menghantuiku
Walaupun kusadari dia adalah cinta pertamaku
Tuhan, jika ini adalah jalanmu
Aku mohon sisipkan rasa ikhlas dihatiku
Biar kan aku merelakannya…………………………….
Nesya berusaha menata hatinya kembali, dia berusaha bangkit dari ketepurukannya, dia semakin yakin bahwa pilihannya pergi ke Jepang dengan  membawa pergi cinta pertamanya sudah merupakan pilihan yang paling  tepat.
Alex : Nes, bener kalo besok kamu pergi Jepang, Tanya Alex kaget
Nesya : Iya Lex, Ini hari terakhirku di sekolah.. Jawab Nesya
Alex : Nino tau hal ini? Tanya Alex, mendengar pertanyaan Alex, Nesya hanya menggelengkan kepala
Alex : Nino gak tau? Jawab Alex kaget
Nesya : Nino tidak perlu tau hal ini Lex, aku kan tidak pernah memiliki hubungan yang special dengannya. Jawab Nesya sendu
Alex : Ma’afin Alex ya Nes, sampai saat ini aku juga tidakmengerti  kenapa dia berpacaran dengan Ellen, padahal aku yakin kalo kamu adalah wanita yang sangat dicintainya.



Part 17
Ext. Bandara
Nesya : Ayah Bunda, Nesya pergi yah,,, Ujar Nesya berpamitan kepada kedua orang tuanya
Ibu Nesya: Iya sayang, kamu jaga diri ya disana, kamu harus jaga kesehatan kamu ya nak, Ujar Ibu Nesya sambil memeluk erat putrinya
Putri : Selamat jalan ya Nes, jangan pernah lupain gw ya Nes,
Nesya : Iya Put, aku gak akan pernah lupain kamu, karena kamu sahabat terbaiku. Ujar Nesya sambil memeluk sahabatnya
Putri : Kamu gak telpon Nino dulu?? Tanya Putri hati-hati dan Nesya hanya menggelangkan kepalanya.
Part 18
Ext. Sekolah.
Nino termenung sendiri di taman sekolah, semakin hari rasa cintanya kepada Nesya semakin dalam, betapa rindunya Nino kepada gadis yang sangat dicintainya itu, dan Nino sadar bahwa dia tidak bisa memaksakan perasaannya kepada Ellen..
Ellen : No,, aku tau kamu tersiksa dengan perasaanmu, ma’afin aku ya No, aku sudah egois memisahkan kamu dari Nesya…
Nino : Aku yang harus minta ma’af, karena aku tidak bisa mencintaimu, aku sudah berusaha tapi hanya ada Nesya dihatiku.
Ellen : Aku tau itu, kejar cinta kamu No….
Nino : Makasih ya Len, aku janji walaupun tidak sebagai sepasang kekasih, tapi aku akan selalu ada buat kamu.
Nino gembira dengan ketulasan Ellen untuk merelakannya bersama Nesya, Nino berlari mengelilingi sekolah untuk mencari Nesya, semua ruang sekolah dia telusuri untuk mencari gadis yang dicintainya, namun usaha nya sia-sia, hari itu Nesya benar-benar tidak berada di sekolah.
Alex : No, Nesya sudah gak ada di sekolah ini! 
Nino : Maksud kamu? Tanya Nino panik
Alex : Nesya sudah pergi tadi pagi, dia mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang. Mendengar ucapan Alex, Nino serasa tertimpa reruntuhan yang sangat dahsyat
Nino : Kenapa loe gak bilang Lex???
Alex : Neysa yang ngelarang gw, dia gak ingin loe tau dan satu hal yang loe harus tau No, Nesya pergi dengan membawa luka dihatinya !!!
Badan Nino terasa kaku, ketika dia harus menerima kenyataan, kalo cinta pertamanya pergi dengan luka yang belum sempat di obati..
Part 19
Ext Rumah Nesya
Ibu Nesya: Nesya sudah pergi No….
Nino : Ma’afin  Nino ya tante, karena Nesya harus pergi dengan luka dihatinya,,,
Ibu Nesya : Nesya itu gadis yang kuat, dan tante yakin Nesya akan bisa menata kembali hatinya. Oh iya ada titipan surat dari Nesya untuk kamu..

To
Nino
Saat kamu baca surat ini, mungkin aku sudah pergi No, Aku bahagia pernah mengenal kamu, kamu mengajarkan aku banyak hal. Aku yakin setelah ini kamu pasti bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, aku ingin melihatmu berubah menjadi seseorag yang bisa berarti untuk orang lain.
Dan jika takdir membawa kita untuk bertemu, aku ingin melihatmu menjadi seseorang yang berhasil menata masa depan mu ya No…
Salam
Nesya
Hanya surat itu yang menjadi kenangan terakhir Nesya, dan karena surat itu Nino berusaha melakukan yang terbaik untuk hidupnya, Nino yakin yang dinginkan Nesya dari dirinya adalah ketika dia bisa membuktikan kalo dia bisa berhasil dengan masa depannya. Surat terahir Nesya yang menjadi sumber kekuatan Nino.
Sudah 6 bulan Nesya berada di Jepang, di Negri Sakura itu dia dipertemukan dengan Rangga, laki-laki yang berhati malaikat, selama di Jepang Rangga lah yang menghiasi hari-harinya, tak dipungkiri bahwa Rangga adalah laki-laki idaman setiap wanita. Di Jepang Nesya disibukan dengan ativitasnya salah satunya adalah dengan  mempelajari kebudayaan yang ada di Negri Sakura tersebut.
Walaupun ada Rangga yang selalu menemani hari-harinya, tapi bayangan Nino selalu ada menghantuinya, sosok Nino yang tidak terganti kian menguasai perasaannya, tidak ada ruang kososng yang tersisa hanya ada Nino yang berkuasa.
Rangga     : Nes, boleh aku Tanya 1 hal? Tanya Rangga di sela-sela waktu break aktivitas.
Nesya      : ya, kenapa Rangga? Jawab Nesya heran
Rangga     : Apa kamu pernah merasakan jatuh cinta?
Nesya      : Hah! Nesya kaget dengan pertanyaan Rangga
Rangga     : Ya, jatuh cinta sama seseorang?? Ujar kembali Rangga memperjelas.
Mendengar petanyaan Rangga, Nesya kaget dan tertegun sejenak, sebuah lamunan membawanya pada sosok Nino, cinta pertama yang tidak pernah dia dapatkan, rasa rindu dihatinya semakin mendalam ketika Nino mulai kembali masuk kedalam ingatannya, entah kenapa perasaan itu sangat sulit Nesya hilangkan meski jarak antara merek sangat jauh, rasa rindu itu membawa Nesya bertanya-tanya, bagaimana kabarnya dan apakah dia dan Ellen masih bersama.
Rangga     : Nes, ko jadi melamun, maaf-maaf ya jika pertanyaan aku mengganggu kamu!
Nesya      : Tidak apa-apa, tapi kenapa kamu Tanya hal itu? Tanya Nesya Heran.
Rangga     : Karena aku suka sama kamu Nes,,, jawab Rangga blak-blakan dan Nesya terkejut dengan kejujuran Rangga
Nesya      : Maaf ya Rangga,, aku memang pernah jatuh cinta dan sampai saat ini aku belum bisa move on dari cinta pertamaku.
Part 20
Ext.Sekolah
Nino : Putri…………… panggil Nino kepada putri yang hendak masuk kedalam kelasnya
Putri : Yaaa, ada apa No? Tanya Putri
Nino : Put, gimana kabar Nesya? Apakah dia baik-baik aja disana? Tanya Nino
Putri : Kenapa kamu Tanya soal Nesya, bukannya kamu sudah memilih Ellen daripada Nesya? Jawab Putri sedikit ketus
Nino : Gwtau Put, mungkin loe marah dengan pilihan gw dulu, tapi jangan loe pikir gw gak sakit, Nesya adalah cinta pertama gw, dia wanita yang special bahkan sagat special. Ujar Nino dengan nada sendu
Putri : Kalo Nesya cinta pertama, kenapa loe lebih memimilih Ellen? Tanya Putri
Nino : Ada alasan yang harus gw jelasin langsung ke Nesya Put, yang jelas gw sayang banget sama dia…
Putri : Sorry No, gw gak bisa bantu loe untuk komunikasi dengan Nesya, karena dulu Nesya pernah bilang ke gw, jika takdir mempertemukan kalian maka biarlah takdir itu yang membawa loe eke dia.
Nino tertegun dengan apa yang dibicarakan Putri, hati dan perasaannya tetap tidak bisa berhenti memikirkan Nesya, setiap hari adalah kerinduan, dan setiap hari kerinduan itu semakin mendalam, namun Nino sadar hidupnya harus tetep berjalan dan dia harus bisa membuktikan kepada Nesya bahwa dia bisa menjadi orang yang lebih baik seperti yang di harapkan Nesya.
Selama kepergian Nesya, Nino berubah menjadi siswa yang memiliki prestasi meski tidak sehebat Nesya, nilai-nilai akademiknya menjadi lebih baik dan dia berhasil lulus sekolah dengan nilai yang cukup memuaskan dan mengantarkanya masuk ke Universitas Negri no 1 di Indonesia.
Part 21
Bu Nena    : Selamat ya Nino, kamu berhasil lulus dengan nilai yang sangat memuaskan! Ujar Bu Nino disela-sela acara pelepasan sekolah
Nino       : Makasih ya bu, ini juga berkat dorongan ibu. Jawab Nino
Bu Nena    : Jika Nesya tau kamu berhasil lulus dengan nilai memuaskan, pasti dia senag sekali..
Nino       : Nesya,, Nino menyebutkan nama Nesya pelan
Bu Nena    : Iya Nesya, kamu tau tidak? Dulu dia satu-satunya orang yang berusaha meyakinkan saya dan kepala sekolah kalo dia bisa membuat kamu berubah, awalnya saya tidak yakin Nesya bisa melakukannya, tapi berkat kegigihannya saya jadi bisa lihat usaha kerasnya di hari ini, terbukti dengan keberhasilan kamu lulus dengan nilai memuaskan.
Nino       : Iya bu, Nesya adalah pahlawan saya,dia berhasil membuat saya percaya dengan kemampuan saya sendiri.
Bu Nena    : Ya itulah Nesya, semangatnya bisa dia tularkan pada teman-temanya,, Oh iya selamat juga ya kamu berhasil di terima di UI.
Nino       : Iya bu makasih ya, oh iya bu Nesya kapan balik ke Jakarta, bukanya sudah 1 tahun? Tanya Nino penasaran
Bu Nena    : Saya dengar Nesya melanjutkan kuliah ke Australi, jadi sepertinya dari Jepang dia langsung ke sana. Kenapa kamu Tanya hal itu? Tanya Bu Nena
Nino       : Tidak ada apa-apa bu, saya hanya ingin bertemu Nesya jika dia pulang ke Jakarta.
Bu Nena    : ooo, kamu tenang aja No, Nesya tidak pernah lupa sama kamu, dia selalu nanyain kamu ke saya, kamu harus yakin suatu hari pasti kalian akan dipertemukan lagy, dan di hari itu kamu harus sudah menjadi orang yang di harapkan oleh Nesya, semua ada waktunya No, perjalanan hidup kalian masih panjang, jadi lakukan semua hal penting untuk hidup kamu a..
Nino       : Iya bu, terima kasih.
Senyum kecil menghiasi wajah Nino, mendengar ucapan Bu Nena, Nino semakin yakin kalo namanya selalu ada di hati Nesya, meski jarak  memisahkan mereka, tapi hati keduanya sangat dekat..
Nesya dan Rangga sama-sama melanjutkan kuliah ke Australi, meski Rangga mengetahui kalo dirinya teramat sulit untuk bisa masuk kedalam hati Nesya tapi tidak mudah membuatnya menyerah, Rangga selalu ada saat Nesya membutuhkannya, dan dia juga tidak memaksakan kehendaknya kepada Nesya, mereka masih berteman baik dan saling membantu.Sedangkan Nino mulai sibuk dengan hari-harinya sebagai mahasiswa, dia mengambil jurusan bisnis karena cita-citanya menjadi seorang pengusaha.
7 tahun kemudian
Part 22
Ext. Bandara
Putri : Nesyaaaaaaaaaaa, panggil Putri
Nesya : Putri, ya ampun aku kangen banget sama kamu. Ujar Nesya sambil memeluk erat sahabatnya.
Putri : Iya Nes, sumpah ya Nes, akhirnya hari ini datang jugaa, udah hampir 7 tahun kita gak ketemu, gw kangen banget sama loe….. Ujar Putri sambil membalas pelukan Nesya.Pelan-pelan Putri melepaskan pelukannya ketika dia sadari bahwa Nesya tidak datang sendiri, ada sosok laki-laki yang super ganteng di sebelah Nesya.“ Oh my god, sumpah keren banget cowok ini”, Ujar putri dalam hati
Putri : Hmmm, ini siapa Nes, pacar kamu? Tanya Putri terbata-bata
Nesya : Oh iya jadi lupa ngenalin Rangga ke kamu, Rangga kenalin ini Putri sahabat aku...
Rangga: Hei, aku Rangga salam kenal yaa, Ujar Rangga sambil mengulurkan tangan kepada Putri diiringi dengan senyum manisnya.
Putri : Hallo aku Putri. Ujar Putri sambil membalas lambaian tangan Rangga
Nesya : Rangga ini teman aku waktu sama-sama mengikuti pertukaran pelajar  di Jepang, dan setelah di Jepang kami sama-sama kuliah Australi Put,,
Putri : Oh teman kamu,,, jawab Putri dengan mimik muka bahagia karena ternyata cowok keren yang di hadapanya bukan pacar sahabatnya.
Nesya : Ya udah yuk, kita pulang kita kangen-kangenan di rumah aku aja sambil makan masakan bunda.. Ajak Nesya
Rangga: Oh ya udah, kalo gitu aku duluan ya Nes, kebetulan supir aku udah jemput, kamu hati-hati ya.. Ujar Rangga sambil mengusap kepala Nesya
Nesya : Iya kamu juga yah,, Dahhh…




Part 23
Ext. Kamar Nesya.
Putri : Nes,,,
Nesya : Apa?
Putri : Bener Rangga bukan pacar kamu? Tanya Putri hati-hati, mendengar pertanyaan Putri dia tersenyum sambil melirik kearah Nesya.
Nesya : Kenapa? Kamu suka ya sama dia? Tanya Nesya sambil menggoda Putri
Putri : Ahh, apa sih Nes ko nyambungnya kemana-mana? Ujar Putri
Neysa : Aku dan Rangga gak ada apa-apa Put, serius?? Jawab Nesya
Putri : Tapi ya Nes, dari yang aku liat dia itu kayanya sayang banget sama kamu,, kamu yakin gak punya perasaan khusus sama dia? Tanya Putri
Nesya : Rangga memang sayang sama aku, dia selalu ada menemaniku selama 7 tahun ini, tapi setiap kali aku mecoba buat membalas rasa sayang dia, setiap itu juga hati aku selalu menolak, aku udah berusaha keras untuk membuka hati aku untuk dia, tapi tetap hanya ada Nino.. Ujar Nesya mimik muka yang tadinya ceria berubah menjadi sedih, 7 tahun Nesya menahan rindunya pada sosok Nino, cinta pertamanya.
Putri : sabar ya Nes, maafin aku ya jika pertanyaan ku membuat kamu sedih, ujar Putri sambil memeluk erat Nesya.
Nesya : Gimana kabar Nino Put? Tanya Nesya lirih
Putri : Kalo untuk saat ini aku gak tau kabar dia Nes, semenjak lulus sekolah 4 tahun lalu aku tidak pernah ketemu dia lagi, yang aku tau dia meneruskan kuliah di UI.
Nesya : UI Put?? Tanya Nesya terkejut
Putri : Iya UI Nes, kamu tau gak dulu Nino berhasil lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, semenjak kamu pergi  Nino benar-benar berubah drastis, dia berubah menjadi seorang yang lebih fokus dan terarah, oh iya dulu dia pernah nanyain kabar kamu ke aku?
Nesya : Oh ya, terus?? Tanya Nesya bergetar
Putri : Iya dulu dia nanya kabar kamu Nes, dia sangat menyesal dengan pilihannya dulu, kamu tau? Dia bilang sama aku, kalo dia bener-benar mencintai kamu dan tidak lama setelah kamu pergi dia putus dengan Ellen!
Nesya : Apa?? Putus
Putri : Ya putus, dia bilang dia sangat menyesal karena dulu ketika kamu pergi dia belum sempat menjelaskan alasannya kenapa dulu dia pacaran dengan Ellen.
Mendengar pembicaraan Putri, Nesya lemas seketika, cinta pertamanya ternyata tidak pernah pergi,dia tidak pernah mengira kalo Nino begitu mencintainya dan ternyata Nesya menyadari kenapa selama ini dia tidak pernah bisa menerima Rangga, karena Nino selalu setia kepadanya.
Part 24
Ext. Mall
Ellen : Nesyaa, panggil Ellen mengagetkan Nesya yang sedang asyik membaca di salah satu toko buku yang ada di Mall
Nesya : Ellen,,
Ellen : Kamu apa kabar Nes? Sudah lama kembali ke Jakarta?
Nesya : Baik len, aku baru satu Minggu di Jakarta, kamu sendiri apa kabar?
Ellen : Baik Nes, oh iya kita ngobrol-ngobrol dulu yuk di Restoran dekat sini.Ajak Ellen sambil menggandeng Nesya memasuki sebuah Restoran Jepang.
Ellen : Nes, aku senang banget hari ini bisa ketemu kamu!
Nesya : Iya aku juga Len, Ujar Nesya diiringi senyum kecil
Ellen : Nes, aku minta maaf yaaa! Ujar Ellen dengan nada sedih
Nesya : Maaf untuk apa? Tanya Nesya penasaran
Ellen : Iya maaf karena dulu aku egois, sudah misahin kalian berdua. Kamu tau Nes, Nino itu benar-benar mencintai kamu, kamu adalah cinta petama dan terakhirnya, dulu aku takut sekali kehilangan dia karena aku tau dia benar-benar mencintai kamu, aku berteman dengan Nino dari kecil dan ketika kamu masuk dalam kehidupan kami, aku merasa kalo perhatian Nino hanya untuk kamu, kamu harus tahu satu hal Nes?
Nesya : Apa? Tanyanya pelan
Ellen : Dulu ketika kami berpacaran, aku tau kalo Nino terpaksa, karena dia takut aku melakukan tindakan bodoh untuk kedua kalinya.
Nesya : Tindakan bodoh apa? Tanyanya kembali kaget
Ellen : Dulu aku gak bisa terima kalo mamah dan papahku bercerai sampai akhirnya aku nekad melakukan percobaan bunuh diri karena aku benar-benar depresi, sejak kejadian itu Nino selalu ada untuk menjagaku dan karena keegoisan ku aku meminta dia untuk meninggalkanmu. Maafin aku ya Nes,, Ellen tak kuasa melanjutkan pembicaraannya, dia menagis dan terus meminta maaf kepada Nesya.
Mendengar pengakuan Ellen, Nesya tidak tau apakah harus senang atau sedih,yang jelas Nesya semakin yakin kalo cinta Nino tidak pernah berkurang sedikitpun kepadanya.” Tuhan,, kemana aku harus mencarinya, kemana cinta pertamaku, ku mohon tuhan pertemukan aku kembali dengannya, Bhatin Nesya “



Part 25
Ext. Kantor Nesya
Atasan Nesya: Selamat pagi Nesya, selamat bergabung dengan perusahaan advertising kami, semoga kamu betah dan bisa melakukan yang terbaik untuk perusahaan kita.
Nesya      : Iya terima kasih pak atas kepercayaan yang sudah bapak berikan kepada saya, saya akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini.
Atasan Nesya : Oke Nesya, saya tinggal dulu dan selamat bekerja.
Nesya      : Baik pak.
Neysa memulai pekerjaan barunya di sebuah salah satu perusahaan advertising terbesar di Jakarta sebagai Project Manager, hari-harinya dilalui dengan berbagai aktivitas pekerjaan, sebagai seorang yang memperoleh jabatan Manager di usia yang relative muda, Nesya harus bekerja keras dan membuktikan pada perusahaan bahwa dia memang layak dan pantas diberikan jabatan tersebut.
Karena kecerdasan dan pengalamanya sewaktu bekerja di Australia sangat memudahkan Nesya memperoleh pekerjaan di Jakarta.
Part 26
Ext. Rumah Nesya
Nesya : Malam Bunda, Ujar Nesya memasuki rumah yang baru pulang kerja
Bunda : Iya sayang, ini ada temen kamu sudah lama loh nunggu kamu? Ujar Bunda sambil menunjuk kea rah Rangga
Nesya : Rangga, ko gak telpon dulu kalau mau kesini!
Rangga: Iya sengaja, mau buat kejutan untuk kamu.
Nesya : Hmm kamu ya, masih aja kaya dulu.
Bunda : Ya udah, tante tinggal dulu ya nak Rangga, kalian ngobrol-ngobrol aja dulu.
Rangga: Iya makasih tante.
Nesya : Kamu gimana, jadi lanjutin S2 di Amerika atau stay dulu di Jakarta.
Rangga: Karena itu Nes, aku kesini, rencananya  2 bulan lagi aku ke Amerika, aku mau mastiin 1 hal Nes. Ujar Rangga
Nesya : Apa?? Tanya Nesya pelan
Rangga: Sejujurnya aku tidak bisa mencintai wanita lain selain kamu Nes, selama ini aku bersabar menunggu kamu bisa mencintaiku karena aku tau sampai saat ini kamu masih sendiri. Nesya terdiam mendengar perkataan Rangga, dia tidak mengira jika Rangga begitu mencintainya, tapi sampai detik ini hanya ada Nino di hatinya terlebih setelah tau jika cinta Nino kepadanya begitu besar.
Part 27
Exp. Kantor
Sampai di kantor, Nesya masih teringat pernyataan Rangga tadi malam, dia masih belum bisa memutuskan jawaban apa yang terbaik untuk Rangga, yang jelas dia berjanji dalam hati jika sebelum Rangga pergi takdir belum mempertemukannya dengan Nino maka dia yakin mungkin Ranggalah Jodohnya tapi jika takdir mempertemukannya dengan Nino lebih dulu sebelum Rangga pergi maka dia yakin bahwa  Nino memang benar-benar ditakdirkan untuknya.
Sita (Asisten Nesya) : Pagi bu, nanti siang kita ada lunch sekalian meeting dengan Manager dari PT Lintang Nusa Ya bu?
Nesya                : Iya Sit, makasih ya udah ingetin saya.
Sita                 : Iya bu sama-sama.
Entah kenapa sejak tadi pagi Nesya terlihat tidak tenang, perasaannya jadi gak karuan, dipikirannya hanya ada Nino dan Nino. Sampai jam Meeting tiba, Meeting hari itu di sebuah restoran yang berada di daerah Jakarta selatan.Nesya tergesa-gesa menuju restoran karena jalanan macet dia terlambat 10 menit dari yang sudah di jadwalkan, Nesya di damping asisten pribadinya Sita.
Nesya : Selamat siang pak, mohon ma’af saya telat.. Dan ketika Manager dari PT Lintang Nusa mengangkat kepalanya yang sebelumnya asyik memainkan Hpnya, Nesya terkejut bahwa orang yang ditemuinya adalah laki-laki yang selama ini dia rindukan, Ya ternyata Nino adalah Manager dari PT Lintang Nusa, begitupun dengan Nino dia begitu terkejut jika wanita yang ada di hadapannya adalah gadis yang benar-benar dicintainya.
Nino : Nesyaaaa,,,,, panggil Nino bergetar
Nesya : Ninooo…..
Nino : Oh iya mari silahkan duduk. Nesya dan Nino mencoba bersikap profesional karena pertemuan mereka hari itu untuk urusan pekerjaan, setelah meeting selesai mereka berdua pun sama-sama langsung pergi ,menuju kantor masing-masing.
Setelah meeting siang tadi yang mempertemukannya dengan Nino, mereka berdua belum sempat mengobrol pribadi, keduanya bersikap professional , meski begitu Nesya sangat bahagia karena akhirnya dia dipertemukan dengan laki-laki yang di cintainya, “ Tuhan terima kasih, karena engkau telah mempertemukanku denganya, “ Bhatinnya
Dan jam pulang kantor Nesya dikagetkan dengan kehadiran Nino yang berada persis di depan kantornya sambil memainkan kunci mobilnya, Nino yang sejak dari setengah jam menununggu Nesya keluar tidak sia-sia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan gadis pujaannya.
Nesya : Nino, kamu sudah lama disini? Tanya Neysa kaget sekaligus bahagia melihat Nino.
Nino : Iya Nes, aku sengaja jemput kamu, Nes aku bahagia sekali akhirnya takdir mempertemukan kita,, dan langsung Nino memeluk erat Nesya, pelukan yang selama 7 tahun dia simpan untuk Nesya
Nesya : Iya aku juga No, Ujar Nesya sambil membalas pelukan erat Nino
Nino : Kamu tau Nes, selama 7 tahun aku menyimpan rasa bersalahku, kamu pergi dengan membawa luka cinta kita, di hari kepergianmu aku seperti orang gila mencari kamu ke sudut-sudut sekolah, hari itu aku ingin menjelaskan semuanya kepadamu, tapi kamu sudah terlanjur pergi, maafin aku ya Nes… Ujar Nino sambil memegang erat kedua tangan Nesya.
Nesya : Iya No, aku sudah tau semuanya, Putri dan Ellen sudah menceritakan semuanya kepadaku, yang harus kamu tau sedikit pun aku tidak pernah menggeser posisi kamu di hati aku, sama seperti 7 tahun lalu, cinta pertamaku adalah cinta terakhir aku, aku sayang kamu No… Ujar Nesya sambil memegang erat tangan Nino, dan sebuah kecupan melayang ke kening Nesya….
Nino : Ayo aku antar kamu pulang,, Ujar Nino sambil mempersilahkan Nesya masuk kedalam mobilnya.
Part 28
Ext. Rumah Nesya
Nino : Malam tante,, Sapa Nino
Bunda : Nino, apa kabar kamu nak? Ujar Ibu Nesya sambil memeluk Nino
Nino : Baik Tante,, Tante sendiri gimana kabarnya?
Bunda : Alhamdulillah seperti yang kamu lihat, tante sehat-sehat aja, oh iya ko kalin bisa pulang ber dua? Tanya Ibu Nesya kaget
Nesya : Iya bun, tadi gak sengaja kita bertemu dan ternyata tadi itu aku meeting dengan Manager PT Lintang Nusa, yang tak lain itu adalah Nino Bun. Jawab Nesya sambil melirik ke arah Nino dan Nino langsung mengusap kepala Nesya dengan mesra
Bunda : Oo begitu, kamu hebat ya sekarang, Tante bangga sama kalian ber dua diusia kalian yang belum genap 25 tahun tapi kalian sudah berhasil menjadi Manager yang kompeten
Nino : Semua ini berkat Nesya Tan,, Ujar Nino sambil melirik mesra kea rah Nesya
Papah Nesya: Ada siapa mah?
 Bunda     : Ini loh pah, ada Nino temanya Nesya dulu waktu SMA.
Papah Nesya: Oh Nino, apa kabar kamu, mari masuk kita ngobrol-ngobrol di dalam.
Nino       : Om, Tante mumpung semuanya sedang kumpul, ada yang ingin Nino sampaikan. Ujar Nino, dan seketika Nesya deg-degan dengan apa yang akan di sampaikan oleh Nino. Nino meraih tangan Nesya dan dipegang erat olehnya,
Nino       :Om, Nino ingin melamar Nesya menjadi Istri Nino, selama 7 tahun Nino menunggu Nesya, dan Nino gak ingin kehilangan Nesya lagi Om, Nino janji akan membuat Nesya bahagia disamping Nino, Nino akan menjaga dan menyayangi Nesya melebihi dari diri Nino sendiri om. Perkataan Nino membuat Nesya begitu bahagia,linangan air mata dari kedua matanya tak bisa terbendung, rasa haru dan bahagia menjadi satu, akhirnya Tuhan menjawab semua doa-doa nya selama ini.
Papah Nesya : Om bahagia sekali No, karena akhirnya takdir yang membawa kalian bertemu kembali, Om sangat tau, kalo Nesya memang benar-benar menunggu kamu, sebagai orang tua tentunya om bahagia melihat anak satu-satunya om bisa bertemu kamu kembali karena kamu adalah kebahagiannya, Om dan Tante sangat merestui kalian.
Dan ternyata tanpa semuanya sadari, Rangga sudah berdiri di depan pintu masuk rumah Nesya, dia mendengar semua percakapan mereka, walau pun terasa sakit tapi kali ini dia harus bisa menerima Nesya memang bukan untuknya.
Bunda : Nak Rangga,,,,, Ujar Ibu Nesya mengagetkan semuanya
Nesya : Ranggaaaaa, sama seperti ibunya, Nesya juga sangat kaget melihat Rangga, perasaannya campur aduk dia tau pasti Rangga sakit mendengar semuanya, terlebih Nesya belum meberikan jawaban pertanyaannya tadi malam.
Rangga     : Maaf om, tante saya mengganggu, kalo begitu saya permisi dulu..
Nesya      : Rangga tunggu, Nesya bergegas berdiri dan menghampiri Rangga dia menarik tangan Rangga dan mengajaknya berbicara di luar. Melihat itu Nino kaget dan bertanya-tanya siapa sebenarnya laki- laki itu.
Part 29
Ext. Taman Rumah Nesya
Nesya : Rangga maafin aku, tidak seharusnya kamu menerima jawaban atas pertanyaan kamu dengan cara seperti ini, maaf Rangga… Ujar Neysa merasa bersalah
Rangga : Nes, kamu tidak perlu minta maaf karena dari awal kamu sudah jujur sama aku, memang aku yang terlalu sangat mencintai kamu sehingga aku nekad berbicara seperti tadi malam.
Nesya : Iya Rangga, maaf aku gak bisa menerima kamu, karena cinta pertama dan terakhir ku hanya Nino dan aku harap kamu bisa menerima ini ya, dan aku yakin sekali pasti suatu hari nanti kamu akan bertemu dengan wanita lain yang akan menjadi jodoh kamu…
Rangga : Makasih Nes, jujur aku tidak pernah melihat kamu sebahagia ini, meski aku tidak mengenal Nino tapi aku yakin Nino pasti laki-laki yang sangat baik dan aku yakin dia pasti bisa menjaga dan menyayangimu dengan sepenuh hatinya.
Nesya : Iya, Nino memang laki-laki yang sangat baik, aku bahagia karena penantianku selama 7 tahun akhirya terjawab hari ini.
Nino : Nesyaaa…. Panggil Nino, Nino pun menghampiri Rangga dan Nesya
Nesya : Ini Rangga, temen ku waktu di Jepang dan Autralia
Nino : Iya, tadi mamah kamu sudah cerita sama aku, Haloo saya Nino sambil melambaikan tangan kepada Rangga.
Rangga: saya Rangga, senang akhirnya bisa bertemu kamu hari ini, Nesya sudah banyak bercerita tentang kamu dan kamu benar-benar beruntung mendapatkan wanita sehebat Nesya. Nino tersenyum kepada Rangga
Nino : Iya, Nesya memang wanita yang sangat hebat, oh iya terima kasih ya selama 7 tahun ini kamu sudah menjaga Nesya
Rangga : Iya sama-sama, ya udah kalo begitu saya pulang dulu, dan selamat ya karena akhirya kalian bisa bertemu kembali dan saya doakan semoga kalian selalu bahagia..
Nesya : Makasih Ranggaa.
Dan Rangga pun pergi meninggalkan rumah Nesya dengan tenang, meski terasa sakit tapi dia bahagia bisa melihat Nesya dipertemukan kembali dengan cinta pertamanya.
Nino : Ayo sayang kita masuk,, ajak Nino sambil merangkul mesra Nesya
Nesya : No,, maafin aku yaa, aku belum sempat menceritakan soal Rangga ke kamu.
Nino : Iya sayang, gak apa-apa Karena yang aku tau kamu hanya mencintaiku…
Nesya : Hmmm kamu ya,, genit.. hehehee
Nino : Gak apa-apa dunk,genitnya kan sama calon istriku sendiri, masuk yuk, aku masih kangen sama kamu kita ngobrol-ngobrol di dalam.
Nesya : Hmmm, ini udah malam, kamu pulang aja gih besok kan kerja…
Nino : Hmmm jadi ngusir neh?
Nesya : Hehehe, bukannya ngusir sayang, besok kan kamu kerja ini udah malam loh.
Nino : Ya udah, aku pulang yaah, besok pagi aku jemput kamu!
Nesya : Iyah, kamu hati-hati yaaaa…


Nesya bahagia karena akhirnya dia bertemu kembali dengan Nino, hari-harinya di isi dengan kebahagiannya bersama Nino.Tiap hari Nino slelau setia antar jemput Nesya, dan mereka semakin sibuk mempersiapkan pernikahannya.
Part 30
Ext. Pesta pernikahan
Nesya : Tuhan terima kasih, karena hari ini engkau telah menyatukanku dengan Nino, laki-laki yang sangat aku cintai.
Nino : Saya terima nikah dan kawinnya Nesya Putri Gunawan binti Gunawan subroto dengan mas kawin di bayar Tunai….
Rasa haru menyelimuti pesta pernikahan, semua teman-teman yang mengetahui sejarah percintaan mereka larut dalam haru biru, kisah mereka menyadarkan semua orang bahwa cinta sejati itu memang ada yfang sampai akhirnya penantian mereka selama 7 tahun terjawab pada hari ini.
fNesya : Sama hal seperti aku, aku juga bahagia karena memiliki kamu sebagai suamiku.
Nino : Aku sayang banget sama kamu Nes,, dan aku benar-benar bahagiaa…..

Tamat